Bahaya Beras Bahan Dasar Resep Kwetiau Kuah

Membuat resep kwetiau kuah dengan berbagai varian rasa sungguh menyenangkan, dan apabila disantap rasanya sungguh menggoda.

Kwetiau sendiri merupakan makanan asal Cina yang cukup populer di Indonesia. Bentuknya sendiri pipih. Mi ini berbahan dasar beras seperti halnya bihun dan soun, dan tidak seperti mi yang berbahan dasar gandum.

Beras sendiri merupakan bahan makanan pokok yang cukup populer di negara-negara Asia seperti Indonesia karena dari beras dijadikanlah nasi.

Meski disebut punya banyak manfaat kesehatan, beras ternyata juga menyimpan berbagai bahaya yang tidak bisa dianggap remeh karena mengandung zat-zat yang tidak baik bagi tubuh. Berikut bahaya tersebut!

Resep kwetiau kuah mudah dibuat di rumah

Arsenik

Arsenik adalah salah satu jenis logam yang paling sering mencemari beras terutama ketika beras masih berupa padi.

Area pencemaran logam ini biasanya ada pada tanah dan air. Padi yang ditanam di air lebih berpeluang terkena arsenik 10 kali lipat jika dibandingkan dengan sereal lain. Arsenik sendiri dapat mengakibatkan kanker, penyakit jantung, dan penyakit kulit.

Minyak mineral

Kebanyakan beras akan disimpan dalam karung goni yang tentu saja supaya serat rami dalam karung tersebut tetap fleksibel, tentunya perlu minyak mineral.

Namun ternyata minyak mineral tersebut malah mengkontaminasi beras yang bisa mengakibatkan kanker karena minyak itu mengandung karsinogenik penyebab kanker.

Racun dan bakteri

Kwetiau kuah yang berbahan dasar beras dan diolah dengan beragam resep lezat ternyata juga dapat mengandung racun dan bakteri dari beras tersebut.

Bakteri yang dimaksud adalah Aspergillus yang menghasilkan zat beracun berupa aflatoksin, yang biasanya berkembang di saat terjadinya hujan lebat dengan kelembapan tinggi, dan mengandung karsinogen dan hepatotoksik, dengan ciri beras rusak saat hujan dan beras setengah matang.

Timbal 

Zat beracun lain yang sering muncul dalam beras adalah timbal yang konsentrasinya sangat tinggi pada beras giling.

Timbal ini yang akan merusak tubuh jika beras yang mengandung zat tersebut dikonsumsi secara berlebihan. Masalah yang ditimbulkan adalah masalah pada otak dan gangguan saluran pencernaan.

Kotoran tikus

Apabila Anda menaruh atau menyimpan beras di bawah, kemungkinan besar dapat terkontaminasi oleh tikus.

Tikus sendiri merupakan hewan pengerat yang dapat menyebarkan bakteri serta memicu alergi pada manusia saat beras dikonsumsi. Tak hanya itu, tahi dan urine tikus bisa menyebabkan hantavirus 4 yang sangat membahayakan.

Bahan kimia

Terakhir adalah penggunaan bahan kimia dari kemasan beras yang ternyata membuat beras jadi berbahaya saat dikonsumsi.

Bahan kemasan yang terbuat dari plastik, ditulisi dengan tinta dan perekat, kemudian kurang sensitif terhadap cahaya, suhu, dan kelembapan bisa menyebabkan kontaminasi pada beras.

Cara menurunkan risiko

Risiko adanya zat bahaya dalam beras tentu tidak mungkin bisa dihindari. Namun Anda tetap bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

Usahakan selalu mencuci beras terlebih dahulu dengan benar setidaknya dua-3 kali sebelum masak.

Jangan pernah sekalipun mengonsumsi beras dalam keadaan mentah sebab beras dalam keadaan tersebut dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan pada tubuh. Anda akan mengalami keracunan makanan, masalah pada pencernaan, dan masalah-masalah kesehatan lainnya.

Masak beras dengan menambahkan sejumlah air kemudian saringlah kelebihan air tersebut saat beras sudah dalam keadaan setengah matang.

Jangan lupa untuk selalu teliti memeriksa beras sebelum membeli dan mengolahnya. Pastikan tidak ada serangga mati, beras rusak dan pecah.

Itulah beberapa bahaya yang dapat dialami Anda jika konsumsi beras yang merupakan bahan dasar pembuatan kwetiau kuah. Dengan begini Anda bisa meminimalkan dampak dari resep mi pipih yang Anda buat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *