Category: Bayi & Menyusui

Macam-macam Makanan Kaya Zat Besi untuk Bayi

Macam-macam Makanan Kaya Zat Besi untuk Bayi

Zat besi adalah nutrisi yang sangat diperlukan pada masa pertumbuhan bayi. Sebagai orang tua, Anda harus bisa memastikan asupan zat besi untuk bayi Anda terpenuhi setiap harinya. 

Fungsi utama zat besi adalah mendukung proses terbentuknya sel darah merah. Sel darah merah ini berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, memberikan suplai oksigen ke jaringan-jaringan dan organ dalam tubuh.

Apabila jaringan dan organ tidak mendapatkan oksigen yang cukup, maka proses pertumbuhan bayi Anda akan terhambat. 

Makanan zat besi untuk bayi

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan asupan zat besi pada bayi adalah melalui makanan. Anda bisa lebih cermat dalam memberikan makanan yang mengandung zat besi kepada bayi Anda. 

Ada beberapa jenis makanan kaya zat besi yang bisa Anda pilih. Makanan-makanan tersebut terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu: 

Makanan kaya zat besi alami

Ada beberapa jenis makanan alami yang pada dasarnya memang kaya akan kandungan zat besi. Makanan jenis ini bisa Anda olah agar menjadi lebih mudah dicerna oleh bayi.

Contoh makanan alami dengan kandungan zat besi adalah brokoli, kacang-kacangan, tahu, kacang kedelai, telur kuning, daging ayam, nasi, roti, dan lain sebagainya. 

Makanan bayi yang mengandung zat besi

Selain makanan alami, Anda juga bisa memberikan zat besi pada bayi melalui makanan bayi khusus. Ini termasuk produk makanan bayi yang umumnya diolah dan dijual di pasaran.

Mungkin tidak semua produk makanan bayi berfokus dalam memberikan asupan zat besi. Karena, zat besi bukan satu-satunya nutrisi yang diperlukan oleh bayi. 

Oleh sebab itu, sebelum membeli, selalu pastikan Anda membaca lebih dulu informasi nilai gizi yang ada pada kemasan produk makanan bayi. 

ASI

Sumber makanan kaya zat besi untuk bayi lainnya adalah ASI. Selama enam bulan pertama setelah dilahirkan, bayi akan mendapatkan banyak zat besi dari ASI ketika menyusui.

Tapi, kadar zat besi yang didapatkan melalui ASI juga tergantung pada kandungan zat besi di dalam tubuh sang ibu. Apabila sang ibu mengalami kekurangan zat besi, maka bayi juga akan mengalami hal yang sama.

Oleh sebab itu, penting bagi ibu menyusui untuk memastikan asupan zat besi harian untuk memenuhi kebutuhan zat besi diri sendiri dan juga bayi. 

Alternatif sumber zat besi lainnya

Memberikan zat besi melalui makanan memang cara yang paling tepat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, bayi mungkin memerlukan asupan zat besi yang lebih tinggi dari bayi lainnya karena mengalami kondisi medis tertentu.

Bila hal ini terjadi, makanan saja mungkin tidak cukup untuk meningkatkan zat besi untuk bayi. Oleh sebab itu, Anda bisa mencoba mencari solusi alternatif dengan memberikan suplemen zat besi.

Suplemen zat besi hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang berupa obat kunyah, ada yang berupa obat tetes, dan ada juga yang hadir dalam bentuk sirup. Suplemen dalam bentuk sirup mungkin menjadi suplemen yang akan paling mudah dicerna oleh bayi.

Ketika menggunakan suplemen zat besi, pastikan Anda memperhatikan dosis yang dianjurkan, serta informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan produk suplemen. 

Akan lebih baik lagi kalau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai hal ini. Dokter bisa memberikan informasi lebih lengkap mengenai suplemen zat besi untuk bayi yang baik.