Category: Penyakit

Penyebab dan Cara Mengatasi Kaki Linu

Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang sering digunakan bahkan tanpa istirahat mulai untuk berjalan, berolahraga atau bekerja. Kaki hanya bisa mendapatkan istirahat saat Anda dalam posisi duduk atau saat Anda tertidur. Karena itu, kaki rentan mengalami masalah mulai dari kaki linu, nyeri hingga pegal.

Penyebab Kaki Linu

Linu bisa membuat rasa tidak nyaman pada pergelangan kaki, jari kaki, tumit, lengkungan kaki hingga telapak kaki. Ada beberapa penyebab yang bisa membuat kaki Anda linu dan sakit, antara lain:

  1. Mengenakan Sepatu yang Tidak Sesuai

Mengenakan sepatu dengan ukuran yang tidak pas merupakan penyebab utama sakit pada kaki. Penggunaan sepatu hak tinggi juga dapat membuat kaki linu karena memberikan banyak tekanan pada jari kaki.

  1. Terlalu Lama Berdiri

Berdiri atau berjalan terlalu lama bisa menyebabkan linu pada kaki. Selain itu berlari di permukaan jalan yang kasar juga bisa menjadi penyebabnya.

Makanan untuk penderita pengapuran tulang perlu dicermati agar tingkat keparahan sakit sendi bisa dikurangi
  1. Masalah Medis

Ada beberapa masalah medis yang bisa menimbulkan linu dan sakit pada kaki, seperti:

  • Obesitas
  • Diabetes melitus yang dapat menyebabkan kerusakan saraf di kaki dan tersumbatnya arteri di tungkai dan kaki.
  • Sedang dalam kondisi hamil.
  • Cedera
  • Asam urat
  • Radang sendi

Nyeri kaki pada bagian bawah tumit juga bisa disebabkan oleh plantar fasciitis. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak tekanan pada kaki sehingga merusak ligamen plantar fascia. Itu bisa menyebabkan peradangan pada plantar fascia sehingga menyebabkan nyeri dan kekakuan pada tumit.

Perawatan Kaki Linu

Ada beberapa pilihan perawatan untuk kaki linu yang bergantung dari penyebabnya. Beberapa perawatan tersebut meliputi:

  • Mengompres area kaki yang linu atau sakit dengan air dingin atau es batu. Jangan mengompres langsung tanpa menggunakan handuk atau kain.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen.
  • Menggunakan insole di dalam sepatu untuk mengurangi kelelahan otot, mengurangi tekanan, mencegah lecet, iritasi dan rasa tidak nyaman.
  • Jika kaki linu karena keseleo, maka saat Anda tertidur posisikan kaki lebih tinggi dari tubuh.
  • Istirahatkan kaki Anda sesering mungkin.
  • Gunakan ankle support pada kaki yang cedera guna meredakan rasa tidak nyaman hingga mencegah cedera lebih parah. Selain itu, ankle support juga bisa Anda gunakan saat berolahraga guna mencegah cedera pada kaki.

Perlukah ke Dokter?

Jika kaki linu yang Anda alami karena berdiri atau beraktivitas terlalu berat, maka Anda bisa melakukan pengobatan di rumah. Namun jika kaki linu karena cedera, Anda bisa mempertimbangkan untuk memeriksakan kaki Anda ke dokter. Karena bisa saja cedera yang Anda alami hanya bisa disembuhkan dengan bantuan dokter.

Anda juga harus menghubungi dokter jika merasakan hal-hal seperti:

  • Kaki linu atau nyeri yang disertai dengan gejala flu seperti demam.
  • Kaki sakit dan bengkak selama beberapa hari.
  • Kesemutan atau mati rasa di kaki bagian bawah.
  • Tidak bisa berjalan.
  • Adanya kecurigaan patah tulang.
  • Kaki tetap sakit atau linu meski sudah melakukan pengobatan rumahan.
  • Adanya gejala peradangan dengan bagian kaki yang linu memerah.
  • Memiliki kondisi medis yang mengganggu aliran darah hingga membuat Anda mengalami nyeri pada kaki.

Jika Anda menderita diabetes, Anda juga harus menghubungi dokter. Karena penderita diabetes bisa mengembangkan komplikasi sehingga rentan terhadap kerusakan saraf pada kaki, arteri kaki dan tungkai tersumbat. Hal tersebut bisa menimbulkan masalah serius dan hanya bisa ditangani oleh dokter.

Adakah Cara Mencegah Kaki Linu?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah linu, cedera ataupun sakit pada kaki Anda, yaitu:

  • Kenakan sepatu yang nyaman dengan bantalan yang empuk.
  • Hindari menggunakan sepatu hak tinggi khususnya pada wanita hamil.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Sebelum berolahraga, lakukan peregangan.
  • Selalu kenakan alas kaki saat berada di luar ruangan.

Kaki linu yang disebabkan oleh masalah non medis, umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Sedangkan yang disebabkan oleh masalah medis, membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

Perbedaan Eksim Kering dan Eksim Basah, Berikut Cara Mengobatinya

Perbedaan Eksim Kering dan Eksim Basah, Berikut Cara Mengobatinya

Eksim yang juga biasa dikenal dengan dermatitis, adalah istilah dalam kedokteran untuk menggambarkan kelainan kulit. Dalam kondisi ini, kulit tampak mengalami iritasi dan peradangan. Eksim memiliki dua jenis gejala: eksim kering dan eksim basah. Kedua gejala tersebut, memiliki tanda-tanda yang berbeda. 

Pada eksim kering, biasanya ditandai dengan kulit yang kering, terlihat seperti bersisik, berwarna kemerah-merahan, terkadang bengkak, dan gatal. Sedangkan eksim basah, biasanya ditandai dengan kulit yang tampak merah, basah, melepuh, bengkak, dan juga timbul bintik-bintik yang di dalamnya mengandung air atau nanah serta gatal. 

Biasanya, kelainan kulit ini dialami pada bagian-bagian tertentu seperti sela-sela jari kaki dan tangan, daerah lipatan tubuh seperti belakang lutut, sela paha, pergelangan tangan, dan juga di sekitar leher. Ada dua metode pengobatan yang bisa dilakukan: ikut anjuran dokter atau dengan obat alami. 

Berikut ini cara mengobati kelainan kulit tersebut. 

Cara Mengobati Eksim Kering dan Eksim Basah

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, ada dua cara yang bisa digunakan untuk mengobati gangguan kulit ini. Pertama adalah dengan mengikuti anjuran dari dokter yang merekomendasikan beberapa obat tertentu dan juga menggunakan bahan dasar alami untuk pengobatan. 

1. Menggunakan obat gatal eksim menurut anjuran dokter

Ada beberapa daftar obat yang bisa kamu gunakan untuk mengobati gangguan kulit ini, beberapa di antaranya, yakni sebagai berikut:

  • Krim kortikosteroid: krim ini berfungsi untuk menghilangkan gatal sekaligus anti alergi dan anti peradangan. Penggunaannya hanya pada daerah kulit tertentu saja dengan ketentuan 3-4 kali sehari. Sebaiknya, ikuti petunjuk dokter jika ingin menggunakannya.
  • Kortikosteroid oral: prinsipnya tetap sama dengan krim kortikosteroid, namun yang ini, adalah obat minum. Biasanya, digunakan ketika kulit gatal mencakup area yang luas atau hampir seluruh tubuh. Jika kamu mengalaminya, obat ini cocok untuk digunakan. 
  • Antihistamin Oral: obat satu ini adalah obat minum. Fungsinya adalah untuk menghambat histamin yang menyebabkan rasa gatal pada tubuh. Contohnya adalah CTM. Efek sampingnya adalah mengantuk namun obat ini masih terbilang efektif untuk mengatasi masalah gatal pada kulit. 
  • Clotrimazole dan Miconazole: obat ini bisa digunakan untuk menghambat beberapa zat tertentu yang pada akhirnya bisa merusak membran dari sel jamur yang pada akhirnya akan mengobati rasa gatal. Biasanya, obat ini digunakan dua hari sekali selama 4 minggu. 

2. Bahan-bahan alami untuk obat eksim

Jika tadi sudah mengetahui apa saja obat anjuran dokter untuk mengatasi masalah eksim kering dan juga eksim basah, kamu juga harus tahu apa saja bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah kulit tersebut. Beberapa di antaranya yakni sebagai berikut:

  • Minyak kelapa: bahan alami pertama yakni minyak kelapa. Minyak kelapa, berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur, antioksidan, dan juga antimikroba. Ada juga vitamin E, K, dan juga asam laurat yang bisa membantumu memerangi gatal dan juga memberikan kulit dengan efek sejuk.
  • Kunyit: bahan alami ini juga efektif digunakan untuk mengatasi kelainan kulit. Ada studi yang mengatakan, bahwa kunyit memiliki kandungan antioksidan yang bisa digunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi eksim. Ada juga curcumin yang memiliki sifat bakterisida serta anti-inflamasi. 
  • Gel lidah buaya: bahan alami lainnya adalah gel lidah buaya. Pada bahan ini, ia memiliki zat anti-inflamasi yang bisa mengurangi rasa gatal dan juga efek terbakar yang terjadi pada penderita eksim. Ada juga sifat anti-mikroba yang bermanfaat untuk mencegah infeksi kulit berkelanjutan. 

Itulah dua metode sekaligus obat dan bahan apa saja yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah eksim kering dan eksim basah. Dengan ini, kamu bisa memilih  metode mana yang akan digunakan. Namun tetap saja, jangan lupa untuk mengikuti anjuran dokter, ya.

Telur, Chia, Dan Makanan Untuk Penderita Diabetes

Tidak ada diet makanan untuk penderita diabetes khusus. Namun makanan yang Anda konsumsi tidak hanya akan membuat perbedaan pada bagaimana Anda mengatur diabetes, tetapi juga seberapa baik Anda merasa dan berapa banyak energi yang Anda miliki. Seberapa banyak yang perlu Anda makan dan minum akan bergantung pada usia, jenis kelamin, dan seberapa aktif diri Anda, dan tujuan yang coba Anda capai. Namun tidak ada satu makanan yang mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena alasan itulah diet yang sehat dan seimbang terdiri dari beragam makanan. 

Ketika kita membicarakan seputar makanan untuk penderita diabetes, Anda akan disajikan dengan pilihan sumber makanan rendah karbohidrat dan gula. Anda juga perlu mengonsumsi beberapa sumber makanan yang dapat menurunkan risiko komplikasi. Adapun beberapa makanan sehat tersebut di antaranya.

Jenis minuman protein yang menyehatkan
  • Telur. Konsumsi telur dengan teratur dapat mengurangi risiko penyakit jantung dalam beberapa cara. Telur dapat mengurangi peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan meningkatkan level kolesterol (baik) HDL Anda, serta memodifikasi ukuran dan bentuk kolesterol (jahat) LDL. Sebuah penelitian menemukan sarapan telur dan rendah karbohidrat dapat membantu orang-orang penderita diabetes dalam mengatur level gula darah sepanjang hari. 

Penelitian terdahulu pernah menghubungkan konsumsi telur dengan penyakit jantung pada penderita diabetes. Namun, tinjauan baru-baru ini pada studi terkontrol menemukan bahwa konsumsi 6-12 telur per minggunya sebagai bagian dari diet yang bernutrisi tidak meningkatkan faktor risiko penyakit jantung pada penderita diabetes. Penelitian juga menyatakan konsumsi telur dapat mengurangi risiko stroke. 

  • Biji chia. Biji chia adalah makanan untuk penderita diabetes yang sangat baik. Biji chia  mengandung serat dalam jumlah tinggi. Namun, biji chia juga rendah karbohidrat yang dapat dicerna. Faktanya, 11 dari 12 gram karbohidrat dalam 28 gram sajian biji chia adalah serat, yang mana tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Serat viskos dalam biji chia dapat membantu menurunkan level gula darah dengan cara memperlambat laju seberapa cepat makanan bergerak lewat usus dan diserap. 

Biji chia juga dapat membantu Anda mendapatkan berat badan yang ideal karena serat yang ada di dalamnya dapat mengurangi rasa lapar dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Biji chia juga dapat membantu menjaga pengaturan glycemic pada orang-orang yang memiliki diabetes. Sebuah studi yang melibatkan 77 orang dewasa dengan berat badan berlebih atau obesitas dan menerima diagnosis diabetes tipe 2 menemukan bahwa konsumsi biji chia dapat mendukung penurunan berat badan dan membantu menjaga kontrol glycemic yang baik. Sebagai tambahan, biji chia telah ditunjukkan dapat membantu mengurangi tekanan darah dan penanda peradangan. 

  • Kacang polong. Kacang polong adalah sumber makanan yang terjangkau, bernutrisi, dan sangat sehat. Kacang polong tinggi kandungan vitamin B, mineral yang bermanfaat (seperti kalsium, potassium, dan magnesium), serta serat. Kacang polong juga memiliki indeks glikemik yang sangat rendah, yang mana sangat penting dalam mengatur diabetes. Bahkan kacang polong dapat membantu mencegah diabetes. Sebuah studi pada 3 ribu peserta tinggi risiko penyakit kardiovaskular menunjukkan bahwa mereka yang tinggi asupan kacang polong memiliki penurunan kemungkinan menderita diabetes tipe 2. 

Jika diabetes tidak diatur, kondisi ini dapat meningkatkan risiko Anda menderita beberapa penyakit yang serius. Makanan makanan untuk penderita diabetes yang membantu Anda menjaga gula darah, insulin, dan peradangan dapat menurunkan risiko komplikasi yang signifikan.

Apa yang Menjadi Penyebab Jantung Berdebar?

Apa yang Menjadi Penyebab Jantung Berdebar?

Jantung berdebar adalah perasaan seperti jantung Anda “berdebar-debar” atau seperti Anda kehilangan detak jantung. Anda dapat merasakan palpitasi di dada, tenggorokan, atau leher. Penyebab jantung berdebar bisa terjadi kapan saja, bahkan saat Anda sedang beristirahat atau melakukan aktivitas normal. Meskipun mungkin mengejutkan, palpitasi biasanya tidak serius atau berbahaya, tetapi dapat dikaitkan dengan irama jantung yang tidak normal.

Palpitasi membuat Anda merasa seperti jantung Anda berdetak terlalu keras atau terlalu cepat, melompat-lompat, atau berdebar-debar. Anda merasakan jantung berdebar di dada, tenggorokan, atau leher.

Mereka bisa mengganggu atau menakutkan. Mereka biasanya tidak serius atau berbahaya, dan sering hilang dengan sendirinya. Sebagian besar waktu, mereka disebabkan oleh stres dan kecemasan, atau karena Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein, nikotin, atau alkohol. Mereka juga bisa terjadi saat Anda hamil.

Kasus seperti itu jarang terjadi, tetapi palpitasi juga bisa sebagai tanda jantung yang serius. Jika Anda mengalami palpitasi jantung, temui dokter Anda. Temui dokter segera apabila terjadi dengan : 

  • Sesak napas
  • Pusing
  • Sakit dada
  • Pingsan

Setelah dokter Anda mengambil riwayat kesehatan Anda dan memeriksa Anda, mereka mungkin memesan tes untuk menemukan penyebabnya. Jika ditemukan, pengobatan yang tepat dapat mengurangi atau menghilangkan palpitasi.

Apabila tidak ada yang menjadi dasar dari penyebab, coba untuk melakukan perubahan gaya hidup bisa dapat membantu, termasuk manajemen stres. 

Penyebab jantung berdebar

Seringkali penyebab jantung berdebar tidak dapat ditemukan. Penyebab umum meliputi:

  • Respons emosional, seperti kecemasan, panik, serta stres 
  • Depresi
  • Olahraga berat
  • Stimulan
  • Demam
  • Perubahan hormon yang terkait dengan menstruasi, kehamilan atau menopause
  • Terlalu banyak atau sedikit hormon tiroid

Terkadang dengan jantung berdebar bisa jadi tanda yang serius, contohnya seperti kelenjar tiroid yang aktif, maupun irama jantung tidak normal.

Perubahan irama jantung (aritmia) dapat menyebabkan detak jantung yang sangat cepat (takikardia), detak jantung yang sangat lambat (bradikardia), detak jantung normal yang bervariasi dari ritme jantung biasa atau kombinasi dari ketiganya.

Bagaimana palpitasi didiagnosis?

Melacak palpitasi Anda. Catat kapan itu terjadi, berapa lama itu bertahan, bagaimana perasaan Anda dan apa yang Anda lakukan ketika itu mulai. Bawa log ini ke janji temu Anda.

Dokter Anda akan meninjau informasi ini bersama dengan riwayat kesehatan Anda, gejala, diet dan obat-obatan dan produk herbal yang mungkin Anda konsumsi. Dokter akan melakukan tindakan untuk mendengar jantung dan memeriksa paru-paru Anda. 

Anda mungkin memerlukan tes, seperti tes darah dan urin, elektrokardiogram (EKG/EKG), tes stres, rontgen dada, dan ekokardiogram (USG jantung). Anda mungkin perlu memakai monitor setelah Anda pulang sehingga dokter Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang jantung dan gejala Anda.

Tes lain untuk memeriksa masalah jantung termasuk studi elektrofisiologi dan kateterisasi jantung. Anda mungkin juga perlu menemui ahli elektrofisiologi, dokter yang berspesialisasi dalam irama jantung abnormal.

Perawatan 

Kecuali dokter Anda menemukan bahwa Anda memiliki kondisi jantung, palpitasi jantung jarang memerlukan perawatan. Sebagai gantinya, dokter Anda mungkin merekomendasikan cara agar Anda menghindari pemicu yang menyebabkan palpitasi Anda.

Jika palpitasi Anda disebabkan oleh suatu kondisi, seperti aritmia, perawatan akan berfokus pada perbaikan kondisi tersebut.

Gaya hidup dan pengobatan rumah

Cara paling tepat untuk mengobati penyebab jantung berdebar di rumah adalah dengan menghindari pemicu yang menyebabkan gejala Anda.

  • Mengurangi stres. Coba untuk relaksasi seperti yoga, meditasi, serta pernapasan dalam. 
  • Hindari stimulan. Kafein, nikotin, beberapa obat flu dan minuman berenergi bisa membuat jantung berdetak cepat atau tidak teratur.
  • Hindari obat-obatan terlarang. Obat seperti amfetamin dan kokain bisa membuat jantung berdebar.

Cara Mengobati Mata Merah dan Berair pada Anak

Selepas bermain, kerap kali dijumpai anak pulang dengan kondisi mata yang merah, dan terkadang berair. Itu adalah sesuatu yang wajar, sebab ketika bermain anak-anak bersinggungan dengan beragam hal yang bisa menyebabkan mata menjadi merah dan berair. Perlu disampaikan bahwa sebagai orang tua, kamu tidak perlu panik saat mendapati anak pulang dengan kondisi seperti itu. Kamu hanya perlu mencari tahu cara mengobati mata merah dan berair yang terjadi pada anak.

Mata merah karena HP bisa terjadi akibat iritasi

Untuk memulai pencarian, biasanya kamu akan dihadapkan dengan sederet kemungkinan yang bisa menyebabkan kondisi ini. Jangan dilewatkan! Justru kamu harus mendalami informasi terkait kemungkinan penyebab tersebut. Pasalnya, cara mengobati mata merah dan berair pada anak, yang terbaik yang bisa kamu lakukan, adalah memahami penyebabnya terlebih dahulu.

Sedikit informasi bagi kamu, sebenarnya, hampir sebagian besar penyebab mata merah dan berair yang dialami anak bukanlah sesuatu yang berbahaya. Mayoritas mata merah tersebut masuk dalam kategori konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva mata. Kondisi ini dapat ditangani sesegera mungkin dan cukup dengan perawatan rumahan. Nah berdasarkan pemicunya, berikut ini penyebab mata merah dan berair yang bisa dialami anak:

  • Virus

Sekitar 80% kasus mata merah disebabkan oleh infeksi adenovirus. Kondisi ini cukup sering menyerang anak, karena selama beraktivitas, anak berinteraksi dengan banyak orang sekaligus.

Mata merah akibat virus biasanya terjadi bersamaan dengan infeksi saluran pernapasan atas, dan disertai dengan gejala mata berair. Cara mengobati mata merah dan berair pada anak ini tidak perlu antibiotik.

Sebagai orang tua, kamu cukup menyeka kelopak mata dengan kapas yang sudah dibasahi air hangat lalu berikan 1-3 tetes obat mata biasa pada setiap mata. Lakukan sebanyak 3 kali dalam sehari.

  • Bakteri

Berbagai jenis bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Neisseria gonnorhea, atau Chlamydia trachomatis juga bisa menyebabkan mata merah dan berair pada anak-anak.

Saat mengalami mata merah akibat bakteri, mata anak biasanya mengeluarkan cairan kental yang akan mengeras setelah menjadi kering. Untuk mengatasinya, orang tua perlu memeriksakan anak ke dokter untuk diberikan resep tetes mata antibiotik.

Setelah mendapatkan obat tetes mata tersebut, pastikan kamu memberikannya pada anak secara konsisten sesuai dosis sampai mata anak kembali sembuh seperti semula.

  • Iritasi

Mata merah dan berair yang dialami anak juga bisa terjadi akibat kontak dengan bahan kimia, makanan, atau asap. Cara mengobati mata merah dan berair akibat iritasi ini adalah mencuci mata dengan air selama beberapa menit. Perlu diperhatikan jika mata merah tidak kunjung mereda, segera bawa anak kamu ke dokter untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

  • Benda asing

Ketika mata anak yang merah dan berair hanya sebelah saja, besar kemungkinan penyebabnya adalah kemasukan benda asing berukuran kecil, seperti butiran pasir atau debu.

Cara mengobati mata merah dan berair pada anak yang seperti ini, kamu bisa memberikan obat tetes mata biasa sesuai dengan dosis yang disarankan. Menurut sebuah studi, orang tua harus segera membawa anaknya ke dokter kalau mata merah tidak reda setelah lebih dari 2 minggu, atau muncul keluhan gangguan penglihatan, mata sakit saat melihat cahaya, atau perubahan warna pada kornea.

Dokter tentu akan melakukan tindakan atau prosedur lanjutan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada anak akibat kemasukan benda asing itu.

Kiranya, itulah berbagai kemungkinan penyebab termasuk cara mengobati mata merah dan berair yang terjadi pada anak. Ingat selalu untuk tidak sembarangan memberikan obat tetes mata pada anak. Pasalnya, penggunaan tetes mata yang tidak tepat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Fakta-Fakta Seputar Air Mani Darah

Fakta-Fakta Seputar Air Mani Darah

Ada sebuah situasi yang mungkin menakutkan bagi pria, yakni menyadari telah mengeluarkan air mani darah. Terlebih jika mereka tidak tahu persis mengenai kondisi kesehatan tersebut, bisa saja para pria akan khawatir berlebih terhadap apa yang tengah terjadi pada dirinya.

Air mani darah, air mani berdarah, atau lebih tepat disebut terdapatnya darah di air mani, dalam istilah medis dikenal dengan hematospermia. Berdasarkan kata per kata, secara bebas “hema” dapat diartikan sebagai “darah” dan “sperma” adalah (air) mani. 

Hematospermia masih terdengar asing di telinga awam, sebab pada kenyataannya kondisi medis ini terbilang amat jarang terjadi. Bahkan, para pria pun tidak benar-benar mengetahui apa yang tengah terjadi hingga ketika mereka ejakulasi dan melihat air maninya berwarna coklat hingga kemerahan.

Jika ketika membaca artikel ini kamu baru saja mengeluarkan air mani yang tercampur dengan darah, panik dan khawatir, serta mulai mencari-cari informasi terkait kondisi tersebut, mungkin fakta-fakta yang tersedia di bawah ini bisa sedikit membantu.

Langsung saja, berikut fakta-fakta yang ada terkait kondisi hematospermia atau air mani darah:

Beberapa kemungkinan penyebab air mani darah

Informasi paling awal yang ingin diketahui seorang penderita kondisi medis tertentu adalah penyebab. Wajar saja, sebab kita jelas ingin mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi dan seberapa parah kondisi tersebut. Terlebih hematospermia yang terkesan asing sekali di telinga kita. 

Faktanya, belum ada sebuah studi ilmiah atau penelitian yang dapat mengungkap secara pasti penyebab air mani darah. Namun, dunia medis bersepakat bahwa pada umumnya kondisi ini terjadi bukan karena sesuatu yang serius. 

Dunia medis baru bisa menerka beberapa kondisi yang punya potensi besar menyebabkan air mani seorang pria terkontaminasi oleh darah. Beberapa kondisi yang dimaksud di antaranya peradangan di beberapa organ reproduksi pria, utamanya yang terjadi di vesikula seminalis.

Beberapa infeksi yang disebabkan jamur, bakteri, atau virus dan menyerang organ-organ reproduksi pria juga punya kemungkinan besar menyebabkan air mani darah. Apalagi jika infeksi yang dimaksud tergolong penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes, dan gonore.

Gejala yang bisa dirasakan

Faktanya sebagian besar pria yang mengalami hematospermia tidak merasakan apa-apa sampai mereka menyadari terdapat darah di dalam air maninya. Akan tetapi, dunia kedokteran pernah mendapat keluhan gejala tertentu terkait masalah ini. 

Gejala-gejala yang kerap menyertai kondisi air mani darah adalah merasakan sensasi nyeri hingga terbakar saat buat air kecil dan ejakulasi. Nyeri juga dapat dirasakan di area kandung kemih. Beberapa kondisi juga membuat darah terdapat pada urin.

Penegakan diagnosis punya peran krusial

Jika kamu tak bisa berhenti memikirkan kondisi ini, pergi ke dokter dan memeriksakan kesehatan adalah jalan terbaik. Salah satu penyebab kekhawatiran kamu tentu saja berkaitan dengan tanda tanya besar yang tak jua menemukan jawaban tersebut. Diagnosis dari dokter bisa mengisi ruang kosong tersebut.

Untuk diagnosis hematospermia, dokter biasanya akan mengawali pemeriksaan dengan rekap riwayat medis lengkap pasien, termasuk riwayat aktivitas seksual. Selain itu, pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada pembengkakan atau benjolan di alat kelamin atau tidak. Bisa juga dilakukan pemeriksaan dubur untuk tahu apakah ada pembengkakan, nyeri tekan, dan kondisi lainnya.

Tes pendukung juga bisa dilakukan, seperti urinalisis atau kultur urine untuk mengidentifikasi infeksi atau kelainan lainnya. Tes urologis seperti CT scan, MRI, sistoskopi, dan ultrasonografi, tes PSA dengan pengukuran suatu zat yang disebut antigen spesifik prostat dalam darah, serta tes penyakit menular seksual juga bisa dilakukan.

Upaya pengobatan

Sebenarnya, hematospermia bisa sembuh dengan sendirinya, terlebih jika kondisi ini terjadi tanpa gejala atau riwayat medis tertentu. Namun, jika kondisi tersebut tak kunjung membaik, dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan kemungkinan penyebabnya.

Misal diduga kuat air mani darah itu disebabkan oleh infeksi, pasien dapat melakukan terapi obat. Jika penyebabnya kondisi lain seperti kanker prostat dan lainnya, prosedur medis sebagai evaluasi jaringan kanker, seperti biopsi prostat, dapat dilakukan.

Kiranya itulah beberapa fakta seputar air mani darah yang dapat kamu jadikan sebagai informasi atau referensi awal. Perbanyaklah sumber informasi lain untuk menambah wawasan, atau bahkan keyakinanmu, terkait kondisi ini. Di akhir, jangan lupa pula untuk mengonfirmasi apa yang telah kamu dapat di internet kepada dokter spesialis agar semuanya menjadi terang dan jelas.

Penyakit Kwashiorkor Disebabkan Malnutrisi, Bagaimana Mengobatinya?

Penyakit Kwashiorkor Disebabkan Malnutrisi, Bagaimana Mengobatinya?

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit Kwashiorkor? Penyakit ini adalah penyakit yang terjadi akibat malnutrisi yang sangat parah. Umumnya, ini terjadi di negara-negara berkembang.

Berbeda dengan negara maju, banyak masyarakat di negara berkembang tidak bisa mendapatkan akses terhadap makanan yang sehat dan bernutrisi. Selain itu, para masyarakat juga cenderung memiliki kesadaran akan pentingnya makanan sehat yang rendah.


Oleh sebab itu, tidak jarang penyakit ini ditemukan pada anak-anak dan bayi di negara-negara berkembang. Kondisi ini paling sering terjadi di negara-negara sekitar Asia Tenggara, Amerika Tengah, dan Afrika. 

Diagnosa Penyakit Kwashiorkor oleh dokter

Penderita Kwashiorkor yang dibawa ke rumah sakit bisa dengan mudah didiagnosa oleh dokter. Dokter bisa menganalisa kondisi penderita hanya dengan melihat kondisi fisik anak atau bayi.


Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap anak Anda. Pemeriksaan fisik ini dilakukan guna memeriksa terjadinya pembesaran hati dan pembengkakan yang biasanya menjadi tanda dari penyakit ini. 


Dalam beberapa kasus, mungkin penderita juga perlu melakukan serangkaian tes pemeriksaan lain pada darah dan urin. Ini dilakukan untuk mengukur tanda-tanda malnutrisi dan kekurangan protein.


Hasil tes bisa menunjukkan apabila penderita mengalami kerusakan otot. Tes juga bisa digunakan untuk menilai fungsi ginjal, kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan pertumbuhan. Biasanya, tes tambahan yang dilakukan untuk mendeteksi hal ini berupa: 

  • Tes tingkat kreatinin dalam darah
  • Tes kadar kalium dalam darah
  • Urinalisis
  • Tes penghitungan darah lengkap
  • Tes gas darah arteri
  • Tes nitrogen urea darah

Setelah melakukan tes-tes tersebut, dokter bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi Anda. Dari sana, dokter bisa membantu Anda untuk menentukan upaya pengobatan yang paling tepat. 

Pengobatan untuk penyakit Kwashiorkor

Apabila Anda atau anak Anda didiagnosa menderita Kwashiorkor, maka cara pengobatan yang umumnya dilakukan meliputi:

  • Perbaikan asupan nutrisi harian

Sebenarnya, solusi paling tepat untuk mengobati kondisi ini adalah memperbaiki asupan nutrisi harian. Anda perlu makan lebih banyak protein dan lebih banyak kalori secara keseluruhan.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk meningkatkan kalori dalam bentuk karbohidrat, gula, dan lemak. Setelah kalori ini berhasil memberikan Anda energi, Anda kemudian akan dianjurkan untuk meningkatkan asupan protein. 

Tidak hanya itu, dokter juga mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan suplemen vitamin dan mineral untuk penggunaan jangka panjang. 

  • Pengobatan di rumah sakit

Apabila penyakit Kwashiorkor yang Anda derita sudah sangat parah, Anda akan perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan begitu, pihak rumah sakit bisa memantau kondisi Anda dan Anda bisa mendapatkan pengobatan dengan lebih komprehensif.

Pengobatan di rumah sakit umumnya meliputi pengobatan untuk mencegah kadar glukosa dalam darah yang terlalu rendah, mengobati dehidrasi, pemberian suplemen vitamin dan mineral, serta pengobatan infeksi dengan antibiotik.


Selain itu, pihak rumah sakit juga bisa merekomendasikan berbagai metode pengobatan lainnya yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Biasanya, perawatan penderita Kwashiorkor di rumah sakit akan memakan waktu sekitar dua sampai dengan enam minggu.

Dokter bisa memberikan instruksi mengenai metode pengobatan yang paling tepat untuk Anda. Dokter jugalah yang akan menentukan apakah Anda perlu menjalani perawatan di rumah sakit atau tidak.


Selama mendapatkan pengobatan sedini mungkin, Anda tidak perlu khawatir dengan penyakit Kwashiorkor yang diderita. Karena itu, kenalilah tanda-tanda gejala dari gangguan kesehatan tersebut sejak dini.