Category: Penyakit

Apa yang Menjadi Penyebab Jantung Berdebar?

Apa yang Menjadi Penyebab Jantung Berdebar?

Jantung berdebar adalah perasaan seperti jantung Anda “berdebar-debar” atau seperti Anda kehilangan detak jantung. Anda dapat merasakan palpitasi di dada, tenggorokan, atau leher. Penyebab jantung berdebar bisa terjadi kapan saja, bahkan saat Anda sedang beristirahat atau melakukan aktivitas normal. Meskipun mungkin mengejutkan, palpitasi biasanya tidak serius atau berbahaya, tetapi dapat dikaitkan dengan irama jantung yang tidak normal.

Palpitasi membuat Anda merasa seperti jantung Anda berdetak terlalu keras atau terlalu cepat, melompat-lompat, atau berdebar-debar. Anda merasakan jantung berdebar di dada, tenggorokan, atau leher.

Mereka bisa mengganggu atau menakutkan. Mereka biasanya tidak serius atau berbahaya, dan sering hilang dengan sendirinya. Sebagian besar waktu, mereka disebabkan oleh stres dan kecemasan, atau karena Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein, nikotin, atau alkohol. Mereka juga bisa terjadi saat Anda hamil.

Kasus seperti itu jarang terjadi, tetapi palpitasi juga bisa sebagai tanda jantung yang serius. Jika Anda mengalami palpitasi jantung, temui dokter Anda. Temui dokter segera apabila terjadi dengan : 

  • Sesak napas
  • Pusing
  • Sakit dada
  • Pingsan

Setelah dokter Anda mengambil riwayat kesehatan Anda dan memeriksa Anda, mereka mungkin memesan tes untuk menemukan penyebabnya. Jika ditemukan, pengobatan yang tepat dapat mengurangi atau menghilangkan palpitasi.

Apabila tidak ada yang menjadi dasar dari penyebab, coba untuk melakukan perubahan gaya hidup bisa dapat membantu, termasuk manajemen stres. 

Penyebab jantung berdebar

Seringkali penyebab jantung berdebar tidak dapat ditemukan. Penyebab umum meliputi:

  • Respons emosional, seperti kecemasan, panik, serta stres 
  • Depresi
  • Olahraga berat
  • Stimulan
  • Demam
  • Perubahan hormon yang terkait dengan menstruasi, kehamilan atau menopause
  • Terlalu banyak atau sedikit hormon tiroid

Terkadang dengan jantung berdebar bisa jadi tanda yang serius, contohnya seperti kelenjar tiroid yang aktif, maupun irama jantung tidak normal.

Perubahan irama jantung (aritmia) dapat menyebabkan detak jantung yang sangat cepat (takikardia), detak jantung yang sangat lambat (bradikardia), detak jantung normal yang bervariasi dari ritme jantung biasa atau kombinasi dari ketiganya.

Bagaimana palpitasi didiagnosis?

Melacak palpitasi Anda. Catat kapan itu terjadi, berapa lama itu bertahan, bagaimana perasaan Anda dan apa yang Anda lakukan ketika itu mulai. Bawa log ini ke janji temu Anda.

Dokter Anda akan meninjau informasi ini bersama dengan riwayat kesehatan Anda, gejala, diet dan obat-obatan dan produk herbal yang mungkin Anda konsumsi. Dokter akan melakukan tindakan untuk mendengar jantung dan memeriksa paru-paru Anda. 

Anda mungkin memerlukan tes, seperti tes darah dan urin, elektrokardiogram (EKG/EKG), tes stres, rontgen dada, dan ekokardiogram (USG jantung). Anda mungkin perlu memakai monitor setelah Anda pulang sehingga dokter Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang jantung dan gejala Anda.

Tes lain untuk memeriksa masalah jantung termasuk studi elektrofisiologi dan kateterisasi jantung. Anda mungkin juga perlu menemui ahli elektrofisiologi, dokter yang berspesialisasi dalam irama jantung abnormal.

Perawatan 

Kecuali dokter Anda menemukan bahwa Anda memiliki kondisi jantung, palpitasi jantung jarang memerlukan perawatan. Sebagai gantinya, dokter Anda mungkin merekomendasikan cara agar Anda menghindari pemicu yang menyebabkan palpitasi Anda.

Jika palpitasi Anda disebabkan oleh suatu kondisi, seperti aritmia, perawatan akan berfokus pada perbaikan kondisi tersebut.

Gaya hidup dan pengobatan rumah

Cara paling tepat untuk mengobati penyebab jantung berdebar di rumah adalah dengan menghindari pemicu yang menyebabkan gejala Anda.

  • Mengurangi stres. Coba untuk relaksasi seperti yoga, meditasi, serta pernapasan dalam. 
  • Hindari stimulan. Kafein, nikotin, beberapa obat flu dan minuman berenergi bisa membuat jantung berdetak cepat atau tidak teratur.
  • Hindari obat-obatan terlarang. Obat seperti amfetamin dan kokain bisa membuat jantung berdebar.

Cara Mengobati Mata Merah dan Berair pada Anak

Selepas bermain, kerap kali dijumpai anak pulang dengan kondisi mata yang merah, dan terkadang berair. Itu adalah sesuatu yang wajar, sebab ketika bermain anak-anak bersinggungan dengan beragam hal yang bisa menyebabkan mata menjadi merah dan berair. Perlu disampaikan bahwa sebagai orang tua, kamu tidak perlu panik saat mendapati anak pulang dengan kondisi seperti itu. Kamu hanya perlu mencari tahu cara mengobati mata merah dan berair yang terjadi pada anak.

Mata merah karena HP bisa terjadi akibat iritasi

Untuk memulai pencarian, biasanya kamu akan dihadapkan dengan sederet kemungkinan yang bisa menyebabkan kondisi ini. Jangan dilewatkan! Justru kamu harus mendalami informasi terkait kemungkinan penyebab tersebut. Pasalnya, cara mengobati mata merah dan berair pada anak, yang terbaik yang bisa kamu lakukan, adalah memahami penyebabnya terlebih dahulu.

Sedikit informasi bagi kamu, sebenarnya, hampir sebagian besar penyebab mata merah dan berair yang dialami anak bukanlah sesuatu yang berbahaya. Mayoritas mata merah tersebut masuk dalam kategori konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva mata. Kondisi ini dapat ditangani sesegera mungkin dan cukup dengan perawatan rumahan. Nah berdasarkan pemicunya, berikut ini penyebab mata merah dan berair yang bisa dialami anak:

  • Virus

Sekitar 80% kasus mata merah disebabkan oleh infeksi adenovirus. Kondisi ini cukup sering menyerang anak, karena selama beraktivitas, anak berinteraksi dengan banyak orang sekaligus.

Mata merah akibat virus biasanya terjadi bersamaan dengan infeksi saluran pernapasan atas, dan disertai dengan gejala mata berair. Cara mengobati mata merah dan berair pada anak ini tidak perlu antibiotik.

Sebagai orang tua, kamu cukup menyeka kelopak mata dengan kapas yang sudah dibasahi air hangat lalu berikan 1-3 tetes obat mata biasa pada setiap mata. Lakukan sebanyak 3 kali dalam sehari.

  • Bakteri

Berbagai jenis bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Neisseria gonnorhea, atau Chlamydia trachomatis juga bisa menyebabkan mata merah dan berair pada anak-anak.

Saat mengalami mata merah akibat bakteri, mata anak biasanya mengeluarkan cairan kental yang akan mengeras setelah menjadi kering. Untuk mengatasinya, orang tua perlu memeriksakan anak ke dokter untuk diberikan resep tetes mata antibiotik.

Setelah mendapatkan obat tetes mata tersebut, pastikan kamu memberikannya pada anak secara konsisten sesuai dosis sampai mata anak kembali sembuh seperti semula.

  • Iritasi

Mata merah dan berair yang dialami anak juga bisa terjadi akibat kontak dengan bahan kimia, makanan, atau asap. Cara mengobati mata merah dan berair akibat iritasi ini adalah mencuci mata dengan air selama beberapa menit. Perlu diperhatikan jika mata merah tidak kunjung mereda, segera bawa anak kamu ke dokter untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

  • Benda asing

Ketika mata anak yang merah dan berair hanya sebelah saja, besar kemungkinan penyebabnya adalah kemasukan benda asing berukuran kecil, seperti butiran pasir atau debu.

Cara mengobati mata merah dan berair pada anak yang seperti ini, kamu bisa memberikan obat tetes mata biasa sesuai dengan dosis yang disarankan. Menurut sebuah studi, orang tua harus segera membawa anaknya ke dokter kalau mata merah tidak reda setelah lebih dari 2 minggu, atau muncul keluhan gangguan penglihatan, mata sakit saat melihat cahaya, atau perubahan warna pada kornea.

Dokter tentu akan melakukan tindakan atau prosedur lanjutan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada anak akibat kemasukan benda asing itu.

Kiranya, itulah berbagai kemungkinan penyebab termasuk cara mengobati mata merah dan berair yang terjadi pada anak. Ingat selalu untuk tidak sembarangan memberikan obat tetes mata pada anak. Pasalnya, penggunaan tetes mata yang tidak tepat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Fakta-Fakta Seputar Air Mani Darah

Fakta-Fakta Seputar Air Mani Darah

Ada sebuah situasi yang mungkin menakutkan bagi pria, yakni menyadari telah mengeluarkan air mani darah. Terlebih jika mereka tidak tahu persis mengenai kondisi kesehatan tersebut, bisa saja para pria akan khawatir berlebih terhadap apa yang tengah terjadi pada dirinya.

Air mani darah, air mani berdarah, atau lebih tepat disebut terdapatnya darah di air mani, dalam istilah medis dikenal dengan hematospermia. Berdasarkan kata per kata, secara bebas “hema” dapat diartikan sebagai “darah” dan “sperma” adalah (air) mani. 

Hematospermia masih terdengar asing di telinga awam, sebab pada kenyataannya kondisi medis ini terbilang amat jarang terjadi. Bahkan, para pria pun tidak benar-benar mengetahui apa yang tengah terjadi hingga ketika mereka ejakulasi dan melihat air maninya berwarna coklat hingga kemerahan.

Jika ketika membaca artikel ini kamu baru saja mengeluarkan air mani yang tercampur dengan darah, panik dan khawatir, serta mulai mencari-cari informasi terkait kondisi tersebut, mungkin fakta-fakta yang tersedia di bawah ini bisa sedikit membantu.

Langsung saja, berikut fakta-fakta yang ada terkait kondisi hematospermia atau air mani darah:

Beberapa kemungkinan penyebab air mani darah

Informasi paling awal yang ingin diketahui seorang penderita kondisi medis tertentu adalah penyebab. Wajar saja, sebab kita jelas ingin mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi dan seberapa parah kondisi tersebut. Terlebih hematospermia yang terkesan asing sekali di telinga kita. 

Faktanya, belum ada sebuah studi ilmiah atau penelitian yang dapat mengungkap secara pasti penyebab air mani darah. Namun, dunia medis bersepakat bahwa pada umumnya kondisi ini terjadi bukan karena sesuatu yang serius. 

Dunia medis baru bisa menerka beberapa kondisi yang punya potensi besar menyebabkan air mani seorang pria terkontaminasi oleh darah. Beberapa kondisi yang dimaksud di antaranya peradangan di beberapa organ reproduksi pria, utamanya yang terjadi di vesikula seminalis.

Beberapa infeksi yang disebabkan jamur, bakteri, atau virus dan menyerang organ-organ reproduksi pria juga punya kemungkinan besar menyebabkan air mani darah. Apalagi jika infeksi yang dimaksud tergolong penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes, dan gonore.

Gejala yang bisa dirasakan

Faktanya sebagian besar pria yang mengalami hematospermia tidak merasakan apa-apa sampai mereka menyadari terdapat darah di dalam air maninya. Akan tetapi, dunia kedokteran pernah mendapat keluhan gejala tertentu terkait masalah ini. 

Gejala-gejala yang kerap menyertai kondisi air mani darah adalah merasakan sensasi nyeri hingga terbakar saat buat air kecil dan ejakulasi. Nyeri juga dapat dirasakan di area kandung kemih. Beberapa kondisi juga membuat darah terdapat pada urin.

Penegakan diagnosis punya peran krusial

Jika kamu tak bisa berhenti memikirkan kondisi ini, pergi ke dokter dan memeriksakan kesehatan adalah jalan terbaik. Salah satu penyebab kekhawatiran kamu tentu saja berkaitan dengan tanda tanya besar yang tak jua menemukan jawaban tersebut. Diagnosis dari dokter bisa mengisi ruang kosong tersebut.

Untuk diagnosis hematospermia, dokter biasanya akan mengawali pemeriksaan dengan rekap riwayat medis lengkap pasien, termasuk riwayat aktivitas seksual. Selain itu, pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada pembengkakan atau benjolan di alat kelamin atau tidak. Bisa juga dilakukan pemeriksaan dubur untuk tahu apakah ada pembengkakan, nyeri tekan, dan kondisi lainnya.

Tes pendukung juga bisa dilakukan, seperti urinalisis atau kultur urine untuk mengidentifikasi infeksi atau kelainan lainnya. Tes urologis seperti CT scan, MRI, sistoskopi, dan ultrasonografi, tes PSA dengan pengukuran suatu zat yang disebut antigen spesifik prostat dalam darah, serta tes penyakit menular seksual juga bisa dilakukan.

Upaya pengobatan

Sebenarnya, hematospermia bisa sembuh dengan sendirinya, terlebih jika kondisi ini terjadi tanpa gejala atau riwayat medis tertentu. Namun, jika kondisi tersebut tak kunjung membaik, dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan kemungkinan penyebabnya.

Misal diduga kuat air mani darah itu disebabkan oleh infeksi, pasien dapat melakukan terapi obat. Jika penyebabnya kondisi lain seperti kanker prostat dan lainnya, prosedur medis sebagai evaluasi jaringan kanker, seperti biopsi prostat, dapat dilakukan.

Kiranya itulah beberapa fakta seputar air mani darah yang dapat kamu jadikan sebagai informasi atau referensi awal. Perbanyaklah sumber informasi lain untuk menambah wawasan, atau bahkan keyakinanmu, terkait kondisi ini. Di akhir, jangan lupa pula untuk mengonfirmasi apa yang telah kamu dapat di internet kepada dokter spesialis agar semuanya menjadi terang dan jelas.

Penyakit Kwashiorkor Disebabkan Malnutrisi, Bagaimana Mengobatinya?

Penyakit Kwashiorkor Disebabkan Malnutrisi, Bagaimana Mengobatinya?

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit Kwashiorkor? Penyakit ini adalah penyakit yang terjadi akibat malnutrisi yang sangat parah. Umumnya, ini terjadi di negara-negara berkembang.

Berbeda dengan negara maju, banyak masyarakat di negara berkembang tidak bisa mendapatkan akses terhadap makanan yang sehat dan bernutrisi. Selain itu, para masyarakat juga cenderung memiliki kesadaran akan pentingnya makanan sehat yang rendah.


Oleh sebab itu, tidak jarang penyakit ini ditemukan pada anak-anak dan bayi di negara-negara berkembang. Kondisi ini paling sering terjadi di negara-negara sekitar Asia Tenggara, Amerika Tengah, dan Afrika. 

Diagnosa Penyakit Kwashiorkor oleh dokter

Penderita Kwashiorkor yang dibawa ke rumah sakit bisa dengan mudah didiagnosa oleh dokter. Dokter bisa menganalisa kondisi penderita hanya dengan melihat kondisi fisik anak atau bayi.


Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap anak Anda. Pemeriksaan fisik ini dilakukan guna memeriksa terjadinya pembesaran hati dan pembengkakan yang biasanya menjadi tanda dari penyakit ini. 


Dalam beberapa kasus, mungkin penderita juga perlu melakukan serangkaian tes pemeriksaan lain pada darah dan urin. Ini dilakukan untuk mengukur tanda-tanda malnutrisi dan kekurangan protein.


Hasil tes bisa menunjukkan apabila penderita mengalami kerusakan otot. Tes juga bisa digunakan untuk menilai fungsi ginjal, kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan pertumbuhan. Biasanya, tes tambahan yang dilakukan untuk mendeteksi hal ini berupa: 

  • Tes tingkat kreatinin dalam darah
  • Tes kadar kalium dalam darah
  • Urinalisis
  • Tes penghitungan darah lengkap
  • Tes gas darah arteri
  • Tes nitrogen urea darah

Setelah melakukan tes-tes tersebut, dokter bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi Anda. Dari sana, dokter bisa membantu Anda untuk menentukan upaya pengobatan yang paling tepat. 

Pengobatan untuk penyakit Kwashiorkor

Apabila Anda atau anak Anda didiagnosa menderita Kwashiorkor, maka cara pengobatan yang umumnya dilakukan meliputi:

  • Perbaikan asupan nutrisi harian

Sebenarnya, solusi paling tepat untuk mengobati kondisi ini adalah memperbaiki asupan nutrisi harian. Anda perlu makan lebih banyak protein dan lebih banyak kalori secara keseluruhan.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk meningkatkan kalori dalam bentuk karbohidrat, gula, dan lemak. Setelah kalori ini berhasil memberikan Anda energi, Anda kemudian akan dianjurkan untuk meningkatkan asupan protein. 

Tidak hanya itu, dokter juga mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan suplemen vitamin dan mineral untuk penggunaan jangka panjang. 

  • Pengobatan di rumah sakit

Apabila penyakit Kwashiorkor yang Anda derita sudah sangat parah, Anda akan perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan begitu, pihak rumah sakit bisa memantau kondisi Anda dan Anda bisa mendapatkan pengobatan dengan lebih komprehensif.

Pengobatan di rumah sakit umumnya meliputi pengobatan untuk mencegah kadar glukosa dalam darah yang terlalu rendah, mengobati dehidrasi, pemberian suplemen vitamin dan mineral, serta pengobatan infeksi dengan antibiotik.


Selain itu, pihak rumah sakit juga bisa merekomendasikan berbagai metode pengobatan lainnya yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Biasanya, perawatan penderita Kwashiorkor di rumah sakit akan memakan waktu sekitar dua sampai dengan enam minggu.

Dokter bisa memberikan instruksi mengenai metode pengobatan yang paling tepat untuk Anda. Dokter jugalah yang akan menentukan apakah Anda perlu menjalani perawatan di rumah sakit atau tidak.


Selama mendapatkan pengobatan sedini mungkin, Anda tidak perlu khawatir dengan penyakit Kwashiorkor yang diderita. Karena itu, kenalilah tanda-tanda gejala dari gangguan kesehatan tersebut sejak dini.