Penyebab dan Cara Mengatasi Kaki Linu

Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang sering digunakan bahkan tanpa istirahat mulai untuk berjalan, berolahraga atau bekerja. Kaki hanya bisa mendapatkan istirahat saat Anda dalam posisi duduk atau saat Anda tertidur. Karena itu, kaki rentan mengalami masalah mulai dari kaki linu, nyeri hingga pegal.

Penyebab Kaki Linu

Linu bisa membuat rasa tidak nyaman pada pergelangan kaki, jari kaki, tumit, lengkungan kaki hingga telapak kaki. Ada beberapa penyebab yang bisa membuat kaki Anda linu dan sakit, antara lain:

  1. Mengenakan Sepatu yang Tidak Sesuai

Mengenakan sepatu dengan ukuran yang tidak pas merupakan penyebab utama sakit pada kaki. Penggunaan sepatu hak tinggi juga dapat membuat kaki linu karena memberikan banyak tekanan pada jari kaki.

  1. Terlalu Lama Berdiri

Berdiri atau berjalan terlalu lama bisa menyebabkan linu pada kaki. Selain itu berlari di permukaan jalan yang kasar juga bisa menjadi penyebabnya.

Makanan untuk penderita pengapuran tulang perlu dicermati agar tingkat keparahan sakit sendi bisa dikurangi
  1. Masalah Medis

Ada beberapa masalah medis yang bisa menimbulkan linu dan sakit pada kaki, seperti:

  • Obesitas
  • Diabetes melitus yang dapat menyebabkan kerusakan saraf di kaki dan tersumbatnya arteri di tungkai dan kaki.
  • Sedang dalam kondisi hamil.
  • Cedera
  • Asam urat
  • Radang sendi

Nyeri kaki pada bagian bawah tumit juga bisa disebabkan oleh plantar fasciitis. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak tekanan pada kaki sehingga merusak ligamen plantar fascia. Itu bisa menyebabkan peradangan pada plantar fascia sehingga menyebabkan nyeri dan kekakuan pada tumit.

Perawatan Kaki Linu

Ada beberapa pilihan perawatan untuk kaki linu yang bergantung dari penyebabnya. Beberapa perawatan tersebut meliputi:

  • Mengompres area kaki yang linu atau sakit dengan air dingin atau es batu. Jangan mengompres langsung tanpa menggunakan handuk atau kain.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen.
  • Menggunakan insole di dalam sepatu untuk mengurangi kelelahan otot, mengurangi tekanan, mencegah lecet, iritasi dan rasa tidak nyaman.
  • Jika kaki linu karena keseleo, maka saat Anda tertidur posisikan kaki lebih tinggi dari tubuh.
  • Istirahatkan kaki Anda sesering mungkin.
  • Gunakan ankle support pada kaki yang cedera guna meredakan rasa tidak nyaman hingga mencegah cedera lebih parah. Selain itu, ankle support juga bisa Anda gunakan saat berolahraga guna mencegah cedera pada kaki.

Perlukah ke Dokter?

Jika kaki linu yang Anda alami karena berdiri atau beraktivitas terlalu berat, maka Anda bisa melakukan pengobatan di rumah. Namun jika kaki linu karena cedera, Anda bisa mempertimbangkan untuk memeriksakan kaki Anda ke dokter. Karena bisa saja cedera yang Anda alami hanya bisa disembuhkan dengan bantuan dokter.

Anda juga harus menghubungi dokter jika merasakan hal-hal seperti:

  • Kaki linu atau nyeri yang disertai dengan gejala flu seperti demam.
  • Kaki sakit dan bengkak selama beberapa hari.
  • Kesemutan atau mati rasa di kaki bagian bawah.
  • Tidak bisa berjalan.
  • Adanya kecurigaan patah tulang.
  • Kaki tetap sakit atau linu meski sudah melakukan pengobatan rumahan.
  • Adanya gejala peradangan dengan bagian kaki yang linu memerah.
  • Memiliki kondisi medis yang mengganggu aliran darah hingga membuat Anda mengalami nyeri pada kaki.

Jika Anda menderita diabetes, Anda juga harus menghubungi dokter. Karena penderita diabetes bisa mengembangkan komplikasi sehingga rentan terhadap kerusakan saraf pada kaki, arteri kaki dan tungkai tersumbat. Hal tersebut bisa menimbulkan masalah serius dan hanya bisa ditangani oleh dokter.

Adakah Cara Mencegah Kaki Linu?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah linu, cedera ataupun sakit pada kaki Anda, yaitu:

  • Kenakan sepatu yang nyaman dengan bantalan yang empuk.
  • Hindari menggunakan sepatu hak tinggi khususnya pada wanita hamil.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Sebelum berolahraga, lakukan peregangan.
  • Selalu kenakan alas kaki saat berada di luar ruangan.

Kaki linu yang disebabkan oleh masalah non medis, umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Sedangkan yang disebabkan oleh masalah medis, membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *