Tag: kesehatan pria

Fakta-Fakta Seputar Air Mani Darah

Fakta-Fakta Seputar Air Mani Darah

Ada sebuah situasi yang mungkin menakutkan bagi pria, yakni menyadari telah mengeluarkan air mani darah. Terlebih jika mereka tidak tahu persis mengenai kondisi kesehatan tersebut, bisa saja para pria akan khawatir berlebih terhadap apa yang tengah terjadi pada dirinya.

Air mani darah, air mani berdarah, atau lebih tepat disebut terdapatnya darah di air mani, dalam istilah medis dikenal dengan hematospermia. Berdasarkan kata per kata, secara bebas “hema” dapat diartikan sebagai “darah” dan “sperma” adalah (air) mani. 

Hematospermia masih terdengar asing di telinga awam, sebab pada kenyataannya kondisi medis ini terbilang amat jarang terjadi. Bahkan, para pria pun tidak benar-benar mengetahui apa yang tengah terjadi hingga ketika mereka ejakulasi dan melihat air maninya berwarna coklat hingga kemerahan.

Jika ketika membaca artikel ini kamu baru saja mengeluarkan air mani yang tercampur dengan darah, panik dan khawatir, serta mulai mencari-cari informasi terkait kondisi tersebut, mungkin fakta-fakta yang tersedia di bawah ini bisa sedikit membantu.

Langsung saja, berikut fakta-fakta yang ada terkait kondisi hematospermia atau air mani darah:

Beberapa kemungkinan penyebab air mani darah

Informasi paling awal yang ingin diketahui seorang penderita kondisi medis tertentu adalah penyebab. Wajar saja, sebab kita jelas ingin mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi dan seberapa parah kondisi tersebut. Terlebih hematospermia yang terkesan asing sekali di telinga kita. 

Faktanya, belum ada sebuah studi ilmiah atau penelitian yang dapat mengungkap secara pasti penyebab air mani darah. Namun, dunia medis bersepakat bahwa pada umumnya kondisi ini terjadi bukan karena sesuatu yang serius. 

Dunia medis baru bisa menerka beberapa kondisi yang punya potensi besar menyebabkan air mani seorang pria terkontaminasi oleh darah. Beberapa kondisi yang dimaksud di antaranya peradangan di beberapa organ reproduksi pria, utamanya yang terjadi di vesikula seminalis.

Beberapa infeksi yang disebabkan jamur, bakteri, atau virus dan menyerang organ-organ reproduksi pria juga punya kemungkinan besar menyebabkan air mani darah. Apalagi jika infeksi yang dimaksud tergolong penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes, dan gonore.

Gejala yang bisa dirasakan

Faktanya sebagian besar pria yang mengalami hematospermia tidak merasakan apa-apa sampai mereka menyadari terdapat darah di dalam air maninya. Akan tetapi, dunia kedokteran pernah mendapat keluhan gejala tertentu terkait masalah ini. 

Gejala-gejala yang kerap menyertai kondisi air mani darah adalah merasakan sensasi nyeri hingga terbakar saat buat air kecil dan ejakulasi. Nyeri juga dapat dirasakan di area kandung kemih. Beberapa kondisi juga membuat darah terdapat pada urin.

Penegakan diagnosis punya peran krusial

Jika kamu tak bisa berhenti memikirkan kondisi ini, pergi ke dokter dan memeriksakan kesehatan adalah jalan terbaik. Salah satu penyebab kekhawatiran kamu tentu saja berkaitan dengan tanda tanya besar yang tak jua menemukan jawaban tersebut. Diagnosis dari dokter bisa mengisi ruang kosong tersebut.

Untuk diagnosis hematospermia, dokter biasanya akan mengawali pemeriksaan dengan rekap riwayat medis lengkap pasien, termasuk riwayat aktivitas seksual. Selain itu, pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada pembengkakan atau benjolan di alat kelamin atau tidak. Bisa juga dilakukan pemeriksaan dubur untuk tahu apakah ada pembengkakan, nyeri tekan, dan kondisi lainnya.

Tes pendukung juga bisa dilakukan, seperti urinalisis atau kultur urine untuk mengidentifikasi infeksi atau kelainan lainnya. Tes urologis seperti CT scan, MRI, sistoskopi, dan ultrasonografi, tes PSA dengan pengukuran suatu zat yang disebut antigen spesifik prostat dalam darah, serta tes penyakit menular seksual juga bisa dilakukan.

Upaya pengobatan

Sebenarnya, hematospermia bisa sembuh dengan sendirinya, terlebih jika kondisi ini terjadi tanpa gejala atau riwayat medis tertentu. Namun, jika kondisi tersebut tak kunjung membaik, dokter akan melakukan pengobatan sesuai dengan kemungkinan penyebabnya.

Misal diduga kuat air mani darah itu disebabkan oleh infeksi, pasien dapat melakukan terapi obat. Jika penyebabnya kondisi lain seperti kanker prostat dan lainnya, prosedur medis sebagai evaluasi jaringan kanker, seperti biopsi prostat, dapat dilakukan.

Kiranya itulah beberapa fakta seputar air mani darah yang dapat kamu jadikan sebagai informasi atau referensi awal. Perbanyaklah sumber informasi lain untuk menambah wawasan, atau bahkan keyakinanmu, terkait kondisi ini. Di akhir, jangan lupa pula untuk mengonfirmasi apa yang telah kamu dapat di internet kepada dokter spesialis agar semuanya menjadi terang dan jelas.