Tag: manfaat kurma

Manisnya Kurma Medjool Bagi Kesehatan

kurma

Kurma medjool adalah sebuah varietas kurma yang disukai karena rasa manisnya yang alami. Kurma ini berukuran lebih besar, berwarna lebih gelap, dan memiliki rasa mirip caramel dibandingkan dengan kurma jenis lainnya. Berasal dari Maroko, kurma medjool berasal dari pohon palem kurma (Phoenix dactylifera) dan sekarang sudah mulai dibudidayakan di Amerika Serikat, Timur Tengah, Asia Selatan, dan juga Afrika. 

Kurma medjool sering dijual dalam bentuk kering (namun tidak dehidrasi), membuat kurma ini lembut dan lengket. Karena dikeringkan, kandungan gula dalam kurma medjool menjadi terkonsentrasi, yang mana ikut meningkatkan rasa manis yang dimilikinya. Kurma merupakan sumber gula alami yang terkonsentrasi. Meskipun orang-orang yang perlu memantau level gula darah mereka harus mengonsumsi kurma dalam batas yang wajar, satu studi kecil menemukan bahwa kurma memiliki indeks glikemik yang rendah dan tidak akan meningkatkan gula darah dalam jumlah yang sangat tinggi. Namun, kurma medjool memiliki kalori yang cukup tinggi dalam satu sajian. Sehingga Anda harus membatasi asupan kurma jenis ini. Tidak hanya kurma saja.. Buah kering lainnya, seperti apricot kering dan kismis, mengandung lebih banyak kalori per sajian dibandingkan dengan buah yang segar. Hal ini disebabkan karena kandungan airnya yang kurang. 

Serat dan antioksidan yang ada dalam kurma medjool dapat membantu melindungi jantung Anda. Serat dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dan menjaga arteri tetap bersih, mengurangi risiko penyakit jantung. Hanya 2 kurma (48 gram) mengandung 3 gram serat. Sebuah studi tabung reaksi menemukan bahwa kurma dapat menurunkan level kolesterol LDL dan mencegah penumpukan plak di dalam arteri. Penumpukan plak dapat menyumbat aliran darah, menyebabkan serangan jantung dan juga stroke. Kurma medjool juga merupakan sumber antioksidan yang kaya, yang dapat membantu melawan kerusakan yang disebabkan karena molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas. Carotenoid dan asam phenolic merupakan antioksidan yang telah dipelajari memiliki efek bermanfaat bagi kesehatan jantung. 

Serat sangat penting dalam mendukung pencernaan yang baik dan mendukung buang air besar yang lebih teratur. Faktanya, asupan serat yang cukup dalam diet Anda dapat membantu membentuk feses dan mencegah terjadinya konstipasi. Mengonsumsi cukup serat juga dapat mengurangi risiko penyakit pencernaan seperti kanker kolorektal. Dalam studi 3 minggu, 21 orang yang mengonsumsi 7 kurma (168 gram) per hari mengalami peningkatan kesehatan frekuensi buang air besar, dibandingkan dengan saat mereka tidak makan kurma sama sekali. 

Kurma medjool juga mengandung beberapa antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan penyakit seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit otak. Beberapa antioksidan yang dapat ditemukan di dalam kurma medjool di antaranya adalah carotenoid, flavonoid, dan asam phenolic, yang telah diteliti karena sifat anti-peradangan, antikanker, dan pelindung otak yang dimilikinya. Satu studi pada buah kering menemukan bahwa kurma mengandunga antioksidan paling tinggi dibandingkan dengan buah ara dan buah prune. 

Kurma medjool tinggi kalori namun penuh nutrisi dan antioksidan yang telah dihubungkan dengan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Khususnya kurma mengandung banyak serat, yang mana dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan jantung, sekaligus mengurangi risiko beberapa penyakit kronis. Anda bisa mengonsumsi kurma langsung sebagai camilan sehat, membuatnya menjadi campuran smoothies, atau sebagai pemanis alami untuk berbagai macam makanan. Namun, karena kurma medjool mengandung kalori yang tinggi, konsumsi kurma ini harus berada dalam batas yang wajar dan dimoderasi.