Tag: Obat

Jenis Salep Cendo Terbaik untuk Obati Sakit Mata

No Comments Obat

Salep Cendo merupakan salah satu jenis pengobatan untuk masalah pada mata, umumnya untuk masalah yang disebabkan oleh bakteri. Merek Cendo seringkali dijadikan pilihan utama dalam mengatasi masalah mata.

Ada beberapa jenis salep mata Cendo dengan masing-masing kandungan bahan aktif yang telah diformulasikan khusus pada tiap masalah mata. Manakah yang terbaik?

Jenis-jenis salep Cendo terbaik

Tiap salep Cendo memiliki kandungan bahan aktif terbaik yang dapat digunakan untuk masalah mata tertentu. Berikut adalah jenis salep mata Cendo terbaik:

1. Cendo Mycetine Salep

Cendo Mycetine mengandung kloramfenikol yang berfungsi mengatasi infeksi mata akibat bakteri, yang ditandai dengan gejala seperti sensasi “berpasir” di mata, merah, dan lengket. Kombinasi polimiksin B sulfat sebagai antibiotik yang membantu membunuh bakteri dan mengatasi peradangan pada selaput bening mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau konjungtivitis.

Salep mata ini bisa menyebabkan efek samping iritasi mata ringan atau perih, gatal pada mata, dan sensasi seperti terbakar pada mata. Kemudian penglihatan akan menjadi kabur sementara, sehingga sebaiknya tidak mengemudi atau melakukan aktivitas apapun yang butuh penglihatan yang jelas. 

2. Cendo Mycos Salep

Cendo Mycos adalah salep mata yang mengandung hidrokortison asetat dan kloramfenikol. Hidrokortison yang tergolong obat kortikosteroid digunakan untuk mengobati radang atau infeksi pada mata serta bengkak dan cedera pada kornea mata, sementara kloramfenikol adalah antibiotik yang membantu menghentikan pertumbuhan bakteri. 

Obat ini harus menggunakan resep dokter karena termasuk obat keras. Umumnya digunakan dengan dioleskan di bagian selaput bening yang melapisi bagian depan mata. 

3. Cendo Xitrol Salep

Obat salep Cendo Xitrol mengandung tobramisin dan deksametason yang membantu meringankan gejala inflamasi mata seperti mata gatal, bengkak, dan memerah karena infeksi bakteri. Cendo Xitrol termasuk obat keras yang membutuhkan resep dokter.

Salep mata ini dapat menyebabkan beberapa efek samping ringan seperti rasa pedih dan gatal di mata serta memerah di bagian konjungtiva. 

4. Cendo Gentamycin Salep

Cendo Gentamycin mengandung bahan aktif gentamisin sulfat yang tergolong antibiotik aminoglikosida yang berfungsi untuk mengatasi infeksi pada bagian mata dan juga kulit di sekitar kelopak mata, umumnya disebabkan oleh bakteri gram negatif. Sebaiknya tidak digunakan pada orang yang memiliki hipersensitif terhadap gentamisin dan aminoglikosida.

Salep mata ini termasuk obat keras, sehingga untuk penggunaannya memerlukan resep dokter. Efek samping yang dapat timbul antara lain gatal, mata merah, dan mata bengkak. 

5. Cendo Tobroson Salep

Salep mata Cendo Tobroson mengandung tobramisin dan deksametason yang dapat membantu mengobati infeksi luar pada mata sehingga terjadi peradangan yang disebabkan oleh bakteri. Tobramisin termasuk antibiotik aminoglikosida sehingga ampuh menghentikan pertumbuhan bakteri.

Sehingga obat salep ini hanya bisa digunakan untuk mengatasi infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri dan tidak bisa digunakan untuk infeksi mata jenis lainnya. 

6. Cendo Polygran Salep

Cendo Polygran mengandung neomisin sulfat, polimiksin sulfat, dan gramisidin yang merupakan antibiotik yang mampu mengatasi infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri. Terutama di bagian luar atau kelopak mata.

Untuk menggunakan salep mata ini membutuhkan resep dokter. Sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan sensitivitas pada kulit, konjungtiva, rasa gatal, iritasi, dan infeksi sekunder.

7. Cendo Fenicol Salep

Kandungan kloramfenikol di dalam Cendo Fenicol adalah zat antibiotik yang mampu menghambat pertumbuhan sekaligus membunuh bakteri, yang umumnya digunakan untuk mengatasi infeksi mata. Sehingga obat salep ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi mata selain yang disebabkan oleh bakteri. 

Beberapa efek samping yang bisa muncul akibat penggunaannya antara lain sensasi perih, iritasi dan gangguan penglihatan sementara. Sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang, paling lama 5 hari. 

Tips menjaga kesehatan mata

Mata adalah salah satu organ tubuh yang penting untuk selalu dijaga kesehatannya. Menjaga kesehatan mata sebenarnya tidak terlalu sulit, cukup ikuti beberapa tips berikut ini:

1. Makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, yakni yang berisi banyak buah dan sayur terutama sayuran berdaun hijau.

2. Perbanyak makan ikan yang tinggi asam lemak omega-3 seperti ikan salmon, tuna, teri, kembung, dan tongkol.

3. Jaga berat badan ideal, sebab kegemukan atau obesitas meningkatkan risiko terkena diabetes yang dapat membuatmu mengalami komplikasi di mata (diabetic retinopathy).

4. Rutin berolahraga untuk mencegah maupun mengendalikan diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan sejumlah masalah pada mata.

5. Gunakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan, sebab paparan sinar matahari langsung pada mata bisa merusak dan meningkatkan risiko Anda terkena katarak dan degenerasi makula.

6. Saat melakukan kegiatan atau olahraga tertentu, gunakan pelindung mata agar tidak membahayakan dan mencederai mata.

7. Hindari merokok, sebab meningkatkan risiko penyakit mata seperti degenerasi makula dan katarak serta dapat merusak saraf mata.

8. Ketahui riwayat keluarga karena beberapa penyakit mata ada yang diturunkan sehingga Anda bisa mengetahui apakah Anda berisiko tinggi mengalami penyakit mata tertentu.

9. Seiring bertambah usia, risiko Anda mengalami masalah di bagian mata juga meningkat. Sangat penting untuk mengenali berbagai macam faktor risikonya, sehingga Anda bisa menurunkan risikonya dengan mengubah beberapa pola hidup.

10. Jika Anda menggunakan lensa kontak, selalu jaga kebersihan baik sebelum maupun setelah Anda memakainya dan juga selalu ikuti intruksi yang tepat untuk membersihkan dan menggantinya.

11. Kurangi waktu Anda di depan layar untuk mengistirahatkan mata, karena bisa membuat mata Anda jarang berkedip dan menjadi lelah. Ikuti aturan 20-20-20, tiap 20 menit, alihkan pandangan sekitar 20 kaki atau 6 meter di depan Anda selama 20 detik.

Apapun salep Cendo yang akan Anda gunakan untuk mengobati infeksi mata yang Anda alami, sebaiknya jangan pernah gunakan di luar resep dan anjuran dokter untuk menghindari risiko yang berbahaya. 

Erphamazol, Obat Gatal yang Aman untuk Ibu Hamil

No Comments Obat

Ibu hamil seringkali merasa gatal pada kulit. Hal ini terjadi karena berbagai sebab, mulai dari perubahan hormon, peregangan dan peningkatan suplai darah, atau terkena infeksi jamur. Infeksi jamur kulit yang terjadi selama kehamilan dapat mempengaruhi janin.

Ada banyak obat gatal jamur yang bisa Anda temukan di apotek atau toko, tapi tidak semua obat aman digunakan oleh ibu hamil. Oleh sebab itu ibu hamil harus berhati-hati dalam memilih obat gatal. 

Erphamazol adalah obat anti jamur yang aman bagi ibu hamil. Obat ini diindikasikan untuk infeksi jamur kulit, terutama kandidiasis dan pitiriasis versicolor. 

Kenapa ibu hamil rentan terkena infeksi jamur?

Kandidiasis vulvovaginal, atau moniliasis, adalah jenis jamur yang sering menginfeksi vulva dan vagina ibu hamil. Selain itu infeksi juga bisa disebabkan oleh jenis jamur lainnya, termasuk Candida albicans, Candida glabrata dan Candida tropicalis

Menurut American Family Physician, 3 dari 4 wanita pernah terinfeksi jamur vagina selama kehamilan mereka, dan hingga 45% mengalami dua atau lebih infeksi. 

Ibu hamil berisiko tinggi terkena infeksi kandida karena peningkatan hormon. Perubahan hormon mengubah keseimbangan pH di vagina, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih lembap dan hangat. Lingkungan ini adalah tempat yang cocok untuk jamur tumbuh lebih subur sehingga jumlah jamur di vagina meningkat (kandidiasis). 

Tanda dan gejala kandidiasis

Gatal di vagina dan vulva adalah gejala paling umum dari kandidiasis. Wanita yang mengalami infeksi jamur vagina juga mungkin mengalami:

  • Keputihan kental yang terlihat seperti keju cottage dan mengeluarkan bau tidak sedap
  • Rasa sakit atau nyeri di vagina atau vulva
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Ruam pada vilva dan kulit sekitar, yang terkadang muncul pada pangkal paha dan paha

Erphamazol, obat gatal jamur yang aman untuk ibu hamil

Erphamazol merupakan krim anti jamur yang mengandung zat aktif clotrimazole, obat anti jamur golongan imidazole. Kloromatizol berkhasiat untuk mengobati infeksi jamur kelamin pada wanita maupun pria, payudara, puting, atau area kulit lainnya.

Kloromatizol tersedia sebagai krim internal, krim eksternal seperti Erphamazol, dan pessari (tablet yang dimasukkan ke dalam vagina). Kloromatizol topikal termasuk dalam obat kehamilan kategori B, yang berarti cukup aman digunakan ibu hamil dan tidak menimbulkan risiko cacat lahir atau komplikasi kehamilan lainnya.   

Kloromatizol bekerja dengan cara membunuh jamur penyebab infeksi dan mencegahnya kembali. 

Cara menggunakan Erphamazol bagi ibu hamil

Penggunaan kloromatizol pada kehamilan trimester pertama membutuhkan penelitian lebih dalam sehingga tidak disarankan menggunakan Erphamazol selama 3 bulan pertama, kecuali atas anjuran dokter. 

Sebelum mengaplikasikan krim, pastikan tangan Anda kering dan bersih. Oleskan krim tipis-tipis dan merata ke seluruh permukaan yang terkena. Sepotong krim (panjang ½ cm) sudah cukup untuk merawat area seukuran tangan. 

Setelah itu gosok krim dengan lembut menggunakan tangan hingga meresap. Ulangi sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai dengan aturan pakai.

Efek samping dan kontraindikasi 

Penggunaan krim terlalu banyak bisa menyebabkan kulit merah atau iritasi. Hentikan pemakaian jika timbul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan alergi. 

Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada clotrimazole atau obat golongan imidazole lainnya harus menghindari penggunaan Erphamazol. Beri tahu dokter jika Anda memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Pertama kalinya menderita kandidiasis
  • Mengalami infeksi jamur lebih dari dua kali dalam 6 bulan terakhir
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual 
  • Memiliki luka terbuka di sekitar vagina
  • Mengalami pendarahan yang tidak normal atau tidak teratur dari vagina

Catatan

Erphamazol merupakan obat bergolongan biru dimana pemakainya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya.