Tag: penyebab mata merah dan berair

Cara Mengobati Mata Merah dan Berair pada Anak

Selepas bermain, kerap kali dijumpai anak pulang dengan kondisi mata yang merah, dan terkadang berair. Itu adalah sesuatu yang wajar, sebab ketika bermain anak-anak bersinggungan dengan beragam hal yang bisa menyebabkan mata menjadi merah dan berair. Perlu disampaikan bahwa sebagai orang tua, kamu tidak perlu panik saat mendapati anak pulang dengan kondisi seperti itu. Kamu hanya perlu mencari tahu cara mengobati mata merah dan berair yang terjadi pada anak.

Mata merah karena HP bisa terjadi akibat iritasi

Untuk memulai pencarian, biasanya kamu akan dihadapkan dengan sederet kemungkinan yang bisa menyebabkan kondisi ini. Jangan dilewatkan! Justru kamu harus mendalami informasi terkait kemungkinan penyebab tersebut. Pasalnya, cara mengobati mata merah dan berair pada anak, yang terbaik yang bisa kamu lakukan, adalah memahami penyebabnya terlebih dahulu.

Sedikit informasi bagi kamu, sebenarnya, hampir sebagian besar penyebab mata merah dan berair yang dialami anak bukanlah sesuatu yang berbahaya. Mayoritas mata merah tersebut masuk dalam kategori konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva mata. Kondisi ini dapat ditangani sesegera mungkin dan cukup dengan perawatan rumahan. Nah berdasarkan pemicunya, berikut ini penyebab mata merah dan berair yang bisa dialami anak:

  • Virus

Sekitar 80% kasus mata merah disebabkan oleh infeksi adenovirus. Kondisi ini cukup sering menyerang anak, karena selama beraktivitas, anak berinteraksi dengan banyak orang sekaligus.

Mata merah akibat virus biasanya terjadi bersamaan dengan infeksi saluran pernapasan atas, dan disertai dengan gejala mata berair. Cara mengobati mata merah dan berair pada anak ini tidak perlu antibiotik.

Sebagai orang tua, kamu cukup menyeka kelopak mata dengan kapas yang sudah dibasahi air hangat lalu berikan 1-3 tetes obat mata biasa pada setiap mata. Lakukan sebanyak 3 kali dalam sehari.

  • Bakteri

Berbagai jenis bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Neisseria gonnorhea, atau Chlamydia trachomatis juga bisa menyebabkan mata merah dan berair pada anak-anak.

Saat mengalami mata merah akibat bakteri, mata anak biasanya mengeluarkan cairan kental yang akan mengeras setelah menjadi kering. Untuk mengatasinya, orang tua perlu memeriksakan anak ke dokter untuk diberikan resep tetes mata antibiotik.

Setelah mendapatkan obat tetes mata tersebut, pastikan kamu memberikannya pada anak secara konsisten sesuai dosis sampai mata anak kembali sembuh seperti semula.

  • Iritasi

Mata merah dan berair yang dialami anak juga bisa terjadi akibat kontak dengan bahan kimia, makanan, atau asap. Cara mengobati mata merah dan berair akibat iritasi ini adalah mencuci mata dengan air selama beberapa menit. Perlu diperhatikan jika mata merah tidak kunjung mereda, segera bawa anak kamu ke dokter untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

  • Benda asing

Ketika mata anak yang merah dan berair hanya sebelah saja, besar kemungkinan penyebabnya adalah kemasukan benda asing berukuran kecil, seperti butiran pasir atau debu.

Cara mengobati mata merah dan berair pada anak yang seperti ini, kamu bisa memberikan obat tetes mata biasa sesuai dengan dosis yang disarankan. Menurut sebuah studi, orang tua harus segera membawa anaknya ke dokter kalau mata merah tidak reda setelah lebih dari 2 minggu, atau muncul keluhan gangguan penglihatan, mata sakit saat melihat cahaya, atau perubahan warna pada kornea.

Dokter tentu akan melakukan tindakan atau prosedur lanjutan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada anak akibat kemasukan benda asing itu.

Kiranya, itulah berbagai kemungkinan penyebab termasuk cara mengobati mata merah dan berair yang terjadi pada anak. Ingat selalu untuk tidak sembarangan memberikan obat tetes mata pada anak. Pasalnya, penggunaan tetes mata yang tidak tepat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.